Foto : Branch
Manager Yakesma Provinsi Bengkulu, Apra Julianda Putra Ketua
Komunitas Lestari Alam Laut Untuk Negeri (LATUN) Atuk mengatakan, saat ini
hutan mangrove Bengkulu secara peta nasional mengalami rusak ringan.
ReportTimeNews, Bengkulu –
Hutan mangrove memiliki
peranan penting bagi lingkungan, ekosistem, dan kehidupan manusia. Dengan itu
keberadaannya perlu diperhatikan, bahkan perlu dijaga.
Ketua Komunitas Lestari
Alam Laut Untuk Negeri (LATUN) Atuk mengatakan, saat ini hutan mangrove
Bengkulu secara peta nasional mengalami rusak ringan. Padahal fungsinya sangat
besar bagi kehidupan.
Sedangkan penyebabnya ada
dua yakni, dari alam itu sendiri seperti abrasi alami dan disebabkan manusia.
Untuk Penyebab dari manusia, diantaranya pemancing yang diduga hobi menebang
mangrove dan adanya pembukaan tambak.
“Kalau secara peta
nasional Bengkulu termasuk kategori Hutan Mangrove yang rusak ringan. Kerusakan
ringan hutan mangrove disebabkan ada dua faktor yaitu alam dan tangan jahil manusia,”
kata Atuk pada Selasa, (11/2/2025).
Menurut Atuk, sanksi bagi
perusak hutam mangrove tetap ada, khususnya apabila terjadi di kawasan
konservasi. Dimana Mangrove dilindungi Undang Undang. Sedangkan ketika berada
di wilayah HGU memang tidak ada.
“Karena di Bengkulu ini
mangrove berada di wilayah HGU, sehingga sulit mengatasi kerusakannya. Makanya
kita terus mengajak semua pihak agar mau melestarikan dan menjaganya agar tetap
selalu ada,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia
menambahkan, pentingnya menjaga dan menanam mangrove karena melalui tanaman ini
bisa bersifat ekologi dan ekonomis. Dimana tempat berkembangbiaknya biota laut
dan menghambat terjadinya bencana khususnya ketika terjadi tsunami.
“Dengan dua peranannya itu
juga kita harus menjaganya. Belum lagi wilayah Bengkulu ini berada di zona merah
atau rawan bencana, jika sewaktu-waktu terjadi bencana, bisa menghambat lajunya
air kedaratan,” pungkas Atuk.







