Data Bansos Tak Sinkron, Senator Destita Soroti Sistem

- Reporter

Kamis, 16 April 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Jakarta – Permasalahan data bantuan sosial (bansos) kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD RI bersama Kementerian Sosial RI, Rabu (15/4/2026). Ketidaksesuaian data penerima dengan kondisi riil di lapangan menjadi sorotan utama dalam forum tersebut.

Rapat yang dihadiri Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos/PJS) Kemensos RI itu membahas pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009. Fokus pembahasan mencakup integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyaluran bansos dan Jaminan Kesehatan Nasional.

Anggota DPD RI asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, mengungkapkan banyak kepala desa mengeluhkan data bansos yang tidak selaras antara usulan daerah dan keputusan pemerintah pusat.

“Keluhan ini terus datang dari daerah. Data yang diajukan desa sering berbeda dengan yang ditetapkan, sehingga menimbulkan protes di masyarakat,” ujarnya dalam rapat.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya integrasi data sosial ekonomi nasional. Padahal, pemerintah desa dianggap paling memahami kondisi riil warganya.

Selain itu, persoalan lambannya reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) juga menjadi perhatian. Proses yang berbelit dinilai menghambat masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan secara cepat.

“Banyak warga datang berobat hanya membawa KTP. Namun saat status tidak aktif, mereka harus melalui proses panjang untuk reaktivasi. Ini jadi kendala serius,” katanya.

Meski demikian, Destita mengapresiasi langkah Kemensos yang telah menyediakan layanan digital seperti call center, WhatsApp pengaduan, serta aplikasi cek bansos. Ia mendorong agar sosialisasi layanan tersebut diperluas, khususnya melalui media sosial.

“RDP ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem data bansos agar lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran. Dengan perbaikan tersebut, bantuan sosial diharapkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai kondisi di lapangan,” tutur Destita.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Destita Apresiasi Sekolah Rakyat, Bangun Generasi Berkarakter di Kaur
Raker Bersama Menteri P2MI, Destita Soroti PMI Terpaksa Berutang
Senator Destita Bawa Aspirasi Pengembangan RSUD Lebong ke Kemenkes
Senator Destita Minta Kementerian Benahi Sejumlah Aspek Pelayanan Haji
Sultan Nahkodai TP Sriwijaya, Destita Harap Sinergi Pembangunan Wilayah Sumbagsel Makin Kuat
Senator Destita Sepakat UU Perlindungan Konsumen Direvisi
Gubernur Helmi Sebut Bengkulu Kehilangan Ayah Destita Achmad Sardi, Tokoh Penuh Keteladanan
Destita Didorong Kawal Bengkulu Jadi Smart Province Modern
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:12 WIB

Destita Apresiasi Sekolah Rakyat, Bangun Generasi Berkarakter di Kaur

Senin, 6 Juli 2026 - 15:58 WIB

Raker Bersama Menteri P2MI, Destita Soroti PMI Terpaksa Berutang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:06 WIB

Senator Destita Bawa Aspirasi Pengembangan RSUD Lebong ke Kemenkes

Senin, 29 Juni 2026 - 17:08 WIB

Senator Destita Minta Kementerian Benahi Sejumlah Aspek Pelayanan Haji

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:50 WIB

Sultan Nahkodai TP Sriwijaya, Destita Harap Sinergi Pembangunan Wilayah Sumbagsel Makin Kuat

Daerah

Bengkulu

Pemda Bengkulu Perkuat Pengendalian Risiko Gratifikasi

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:45 WIB