Destita Minta BPS Perkuat Akurasi serta Sosialisasi DTSEN

- Reporter

Selasa, 23 September 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Destita

Senator Destita

ReportTimeNews, Jakarta: Anggota DPD RI asal Bengkulu, apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menyoroti persoalan integrasi data sosial ekonomi dalam rapat kerja Komite III DPD RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS), di Jakarta, Senin (22/9). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya perbaikan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Destita menjelaskan bahwa dalam proses integrasi data, masih ditemukan persoalan inklusi dan eksklusi, di mana terdapat warga yang seharusnya tidak berhak justru masuk sebagai penerima bantuan, sementara warga yang layak malah tidak tercatat. 

“Ini harus benar-benar diperhatikan mengingat DTSEN jadi acuan data nasional dalam program pengentasan kemiskinan dan pembangunan nasional,” kata Apoteker lulusan Universitas Indonesia itu.

Ia mempertanyakan target BPS dalam menyempurnakan data, mengingat jumlah penerima manfaat yang sangat besar. Apalagi di Bengkulu terdapat 449 petugas Program Keluarga Harapan (PKH) yang harus memperbarui data sekitar 597 ribu keluarga pada tahun 2022. 

“Kami ingin proses pendataan segera selesai dan valid. Karena itu hal ini membutuhkan dukungan kerja sama lintas kementerian agar pembaruan data berjalan optimal,” ujarnya.

Selain itu, Destita mengusulkan agar BPS melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat terkait proses pemutakhiran DTSEN. Ia menilai, keterbukaan informasi dapat mencegah munculnya pertanyaan publik seperti alasan dicoretnya nama penerima bantuan atau perubahan status kepesertaan. 

“Kami DPD RI siap mendukung BPS dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegas Senator dari Kembang Mumpo, Seluma.

Sebagaimana diketahui, Komite III DPD RI sebelumnya menemukan sekitar 7,3 juta data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan 1,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos yang tertutup akibat penyesuaian data saat pemutakhiran DTKS ke dalam DTSEN pada Mei 2025 lalu. Hal ini berdampak pada penyaluran berbagai program bantuan sosial maupun jaminan sosial.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala BPS Sonny Harry B. Harmadi menjelaskan bahwa DTSEN memuat 39 variabel yang digunakan untuk memotret kondisi seluruh keluarga di Indonesia dan mengelompokkannya berdasarkan tingkat kesejahteraan (Desil 1–10). 

Ia menekankan perlunya verifikasi lapangan lintas kementerian agar data lebih valid dan minim kesalahan. DTSEN, lanjutnya, kini menjadi acuan utama dalam pentargetan program, sesuai amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025.

Berita Terkait

Senator Destita: Munas PPNI Jadi Panggung Bengkulu Dikenal Nasional
Wagub Mian Tinjau SPAM Pinang Raya: Sesuai Spesifikasi Jadi Syarat Utama
Sekda Bengkulu: Validasi Data Kunci Pastikan 7,9 Juta Kg Beras Bansos Tepat Sasaran
Perkuat Wasathiyah, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Tangkal Radikalisme
Keterbukaan Informasi: Permintaan Data Portal Bengkulu Satu Data Naik Sepuluh Kali Lipat
Program Bantu Rakyat, Pemprov Bengkulu Pinjamkan Bus BRT untuk Mahasiswa UMB
Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite, Pemprov dan Pertamina Bergerak
Tujuh Tahun Mandi Lumpur dan Debu, Jalan Seluma Akhirnya Dibangun
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Senator Destita: Munas PPNI Jadi Panggung Bengkulu Dikenal Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Wagub Mian Tinjau SPAM Pinang Raya: Sesuai Spesifikasi Jadi Syarat Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Sekda Bengkulu: Validasi Data Kunci Pastikan 7,9 Juta Kg Beras Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Perkuat Wasathiyah, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Tangkal Radikalisme

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Keterbukaan Informasi: Permintaan Data Portal Bengkulu Satu Data Naik Sepuluh Kali Lipat

Daerah