Foto : Pemasangan Pipa pengerukan.
ReportTimeNews, Bengkulu : Kapal keruk yang didatangkan oleh PT Pelindo dari Batam, Kepulauan Riau, yakni CSB Kosta, Fortuna Tiga, dan AHT Kosta Fortuna Lima, telah resmi tiba di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu pada Kamis pagi, 22 Mei 2025, sekitar pukul 06.00 WIB lalu.
Kedatangan kapal-kapal ini merupakan bagian dari program pengerukan besar-besaran yang direncanakan untuk memperlancar arus keluar masuk kapal di Pelabuhan Pulau Baai. Namun, meski kapal sudah tiba di lokasi, pengerjaan belum bisa dimulai, karena masih berada pada tahap persiapan teknis dan pemasangan infrastruktur pendukung.
Wakil Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Bengkulu, Edi Haryanto, ketika menyikapi hal itu memaklumi bahwa pengerukan tidak bisa dilakukan secara instan, karena diperlukan sejumlah langkah teknis penting terlebih dahulu.
“Kita memahami bahwa di tahap awal, kapal keruk biasanya melakukan serangkaian persiapan dan koordinasi teknis untuk menentukan titik pengerukan awal. Proses ini sangat penting agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan efektif,” ujar Edi pada Kamis, (29/5/2025).
Proses tersebut mencakup pemetaan dasar laut, penentuan jalur pipa pembuangan pasir, hingga penyesuaian alat berat di kapal dengan kondisi perairan sekitar.
Selain itu saat ini, PT Pelindo bersama tim teknis dari Rukindo diakui Edi, tengah melakukan kerja lembur, demi mempercepat pemasangan instalasi pipa yang akan digunakan untuk menyalurkan material hasil kerukan.
“Pekerjaan berlangsung hingga malam hari, demi memastikan pengerjaan pengerukan bisa dimulai secepat mungkin,” katanya.
Edi menyampaikan, untuk pipa-pipa yang dipasang diketahui berukuran besar dan berat, sehingga proses pengangkatan serta pemasangannya memerlukan alat bantu khusus berupa kendaraan berat.
Dimana pipa tersebut akan difungsikan sebagai saluran untuk membuang pasir dan lumpur yang disedot dari dasar laut oleh kapal keruk.
“Kami berharap proses pemasangan pipa instalasi kapal keruk ini bisa segera selesai, sehingga pengerukan bisa segera dilaksanakan,” tambah Edi Haryanto.
Lebih lanjut dia menambahkan, dengan pengerukan di Pelabuhan Pulau Baai menjadi bagian penting dalam menjaga kedalaman alur pelayaran, memperlancar arus kapal, dan mendukung pertumbuhan aktivitas logistik serta ekonomi di wilayah Bengkulu.
“Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat segera merasakan manfaatnya, terutama dalam bentuk peningkatan efisiensi bongkar muat serta penurunan risiko keterlambatan kapal akibat pendangkalan pelabuhan,” demikian tutup Edi.