Bengkulu Dorong Bioindustri Hijau dan Infrastruktur Terpadu

- Reporter

Kamis, 23 April 2026 - 01:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu – Pemerintah pusat menegaskan posisi strategis Provinsi Bengkulu dalam peta pembangunan nasional melalui pengembangan bioindustri dan ekonomi hijau. Hal ini disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu.

Rachmat menjelaskan, arah pengembangan bioindustri Bengkulu difokuskan pada hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir serta meningkatkan kemitraan dengan petani mandiri.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Bengkulu harus dioptimalkan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Terlebih, ekonomi hijau kini menjadi perhatian global, termasuk dalam mendorong kemandirian pangan nasional.

Selain bioindustri, peningkatan ketahanan pangan dan swasembada air juga menjadi prioritas melalui peningkatan produktivitas pertanian, khususnya padi dan hortikultura. Pemerintah juga mendorong perluasan akses petani terhadap asuransi usaha tani dan penggunaan alat mesin pertanian modern.

Arah pembangunan Bengkulu tahun 2025–2026 mencakup pengembangan kawasan perkotaan, termasuk Kota Bengkulu dan kawasan industri Pulau Baai. Selain itu, pengembangan juga diarahkan ke wilayah Manna, Bengkulu Selatan, serta kawasan komoditas unggulan berbasis sawit, karet, dan kopi.

Mewakili Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur Mian mengungkapkan bahwa Bengkulu memiliki potensi besar dengan garis pantai mencapai 1.525 kilometer, luas wilayah sekitar 32.225 kilometer persegi, serta jumlah penduduk lebih dari 2,1 juta jiwa. Sekitar 46 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan dan konservasi.

Ia menambahkan, potensi sektor pertanian, kelautan, hingga energi dan mineral menjadi modal utama pembangunan. Produksi kopi robusta mencapai puluhan ribu ton, kelapa sawit lebih dari satu juta ton, serta potensi perikanan dan energi yang melimpah.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan sejumlah proyek strategis. Di antaranya pengembangan kawasan industri Pulau Baai yang terintegrasi dengan pelabuhan, pembangunan jalan tol Bengkulu–Lubuklinggau, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah dan pengendalian banjir di Kota Bengkulu.

Tak hanya itu, usulan pengembangan pariwisata Danau Dendam Tak Sudah, pembangunan SPAM regional, hingga pembangunan embung dan jalan daerah juga menjadi perhatian. Termasuk rencana pembangunan jalur perkeretaapian guna memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HUT ke-81 RRI, Pemprov Bengkulu Dorong Penguatan Informasi Publik
100 Dhuafa dan Anak Yatim Terima Bantuan di Mukomuko
Gebyar Semarak Merah Putih 10 Hari Meriahkan Mukomuko
SPI 2025 Jadi Alarm, Pemprov Bengkulu Benahi Integritas
Pemprov Bengkulu Perkuat Data Ketahanan Hadapi Bencana
Helmi Hasan Dorong Layanan ASN dan Pensiunan Diperkuat
Helmi Hasan Tegaskan Guru Pilar Utama Kemajuan Bengkulu
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:23 WIB

HUT ke-81 RRI, Pemprov Bengkulu Dorong Penguatan Informasi Publik

Kamis, 10 September 2026 - 23:45 WIB

100 Dhuafa dan Anak Yatim Terima Bantuan di Mukomuko

Kamis, 10 September 2026 - 23:36 WIB

Gebyar Semarak Merah Putih 10 Hari Meriahkan Mukomuko

Kamis, 10 September 2026 - 22:57 WIB

Kamis, 10 September 2026 - 22:55 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm, Pemprov Bengkulu Benahi Integritas

Daerah

Bengkulu

100 Dhuafa dan Anak Yatim Terima Bantuan di Mukomuko

Kamis, 10 Sep 2026 - 23:45 WIB

Bengkulu

Gebyar Semarak Merah Putih 10 Hari Meriahkan Mukomuko

Kamis, 10 Sep 2026 - 23:36 WIB

Daerah

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:57 WIB

Daerah

SPI 2025 Jadi Alarm, Pemprov Bengkulu Benahi Integritas

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB