Reses DPRD, Edi Hariyanto Tampung Keluhan Warga Soal Jalan Rusak dan PBB

- Reporter

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ReportTimeNews, Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu, Edi Hariyanto, memanfaatkan masa reses sidang pertama tahun 2026 pada 15–17 Februari untuk turun langsung ke masyarakat. Dalam agenda tersebut, ia menyerap berbagai aspirasi warga dari Kecamatan Kampung Melayu dan Selesar.

Sejumlah persoalan mencuat dalam dialog itu, mulai dari infrastruktur jalan, normalisasi drainase, hingga keluhan terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Edi menjelaskan, tidak semua usulan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bengkulu karena sebagian berada di bawah otoritas pemerintah provinsi maupun pusat.

“Untuk yang menjadi kewenangan kota tentu akan kita kawal. Sementara yang bukan, akan kita koordinasikan dengan instansi terkait agar tetap ada solusi,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama adalah kondisi jalan poros dari Betungan menuju Bandara Fatmawati Soekarno yang dinilai rusak dan berlubang. Warga menyebut kerusakan tersebut membahayakan pengendara serta menghambat aktivitas sehari-hari.

Menurut Edi, status jalan itu kemungkinan berada di bawah kewenangan provinsi atau pemerintah pusat, sehingga pihaknya akan meneruskan aspirasi tersebut agar segera ditindaklanjuti.

Selain itu, warga juga mempertanyakan besaran PBB yang dinilai tidak proporsional. Beberapa warga yang tinggal di gang mengaku membayar pajak lebih tinggi dibandingkan pemilik properti di tepi jalan utama. Edi menduga hal tersebut berkaitan dengan penetapan zona atau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang perlu dikaji ulang.

“Akan kita pelajari apakah ada kekeliruan dalam penerapan zona. Jika memang perlu penyesuaian, tentu akan kita dorong untuk dievaluasi,” katanya.

Masalah lain yang turut dibahas adalah banjir akibat saluran air yang belum optimal. Edi menyebut persoalan itu sebelumnya telah disampaikan ke Dinas PUPR, namun proses normalisasi terkendala karena sebagian lahan yang dibutuhkan merupakan milik warga yang belum bersedia melepas sebagian tanahnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini belum memiliki anggaran untuk pembebasan lahan maupun pemberian ganti rugi. Karena itu, ia berharap peran lurah dan ketua RT/RW dapat membantu mencari solusi bersama.

“Kalau ada kesepakatan untuk kepentingan umum, persoalan banjir tentu bisa kita minimalisir,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Bengkulu Ajak Perkuat Sinergi Untuk Keselamatan dan Kepatuhan Pajak Kendaraan
Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi BSPS 2026
Sinergi Pusat–Daerah, Pemprov Bengkulu Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan 2026
LKPJ 2025: Wagub Mian Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Meningkat dan Angka Kemiskinan Menurun
Musprov IX PMI Bengkulu, Gubernur Tegaskan Komitmen Penuh untuk Misi Kemanusiaan
Gubernur Helmi Tegaskan Komitmen Infrastruktur dan Bantuan Sosial dalam Safari Ramadan di Benteng
Safari Ramadan: Gubernur Helmi Salurkan Bantuan dan Siapkan Rp30 Miliar untuk Atasi Banjir
Gubernur Helmi Luncurkan Samsat Desa di Bengkulu Utara
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:11 WIB

Sekda Bengkulu Ajak Perkuat Sinergi Untuk Keselamatan dan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Senin, 2 Maret 2026 - 08:07 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi BSPS 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 08:05 WIB

Sinergi Pusat–Daerah, Pemprov Bengkulu Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 08:03 WIB

LKPJ 2025: Wagub Mian Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Meningkat dan Angka Kemiskinan Menurun

Senin, 2 Maret 2026 - 07:57 WIB

Musprov IX PMI Bengkulu, Gubernur Tegaskan Komitmen Penuh untuk Misi Kemanusiaan

Daerah

Bengkulu

Pemprov Bengkulu Matangkan Verifikasi BSPS 2026

Senin, 2 Mar 2026 - 08:07 WIB