ReportTimeNews, Bengkulu – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto, menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui penataan kawasan strategis dan pemerataan pembangunan infrastruktur. Hal itu ia sampaikan saat melaksanakan kegiatan reses, menyerap langsung aspirasi warga.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah penertiban pedagang di kawasan Pasar KZ Abidin. Menurut Suharto, langkah tersebut perlu dilakukan demi menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas ekonomi. Meski diakui ada sebagian pedagang yang merasa keberatan, ia menegaskan bahwa kebijakan itu bertujuan untuk kepentingan bersama.
Ia bahkan turun langsung ke lapangan saat proses penertiban berlangsung sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan terhadap kebijakan tersebut. “Kalau tidak kita dukung, kita tidak akan maju. Penertiban ini untuk kebaikan bersama,” tegasnya.
Selain persoalan pasar, warga juga banyak menyampaikan keluhan terkait infrastruktur, khususnya drainase. Saluran air yang tidak memadai disebut menjadi penyebab banjir saat hujan turun. Suharto menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut dan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara adil dan merata. Ia mengingatkan agar pengalokasian anggaran tidak terpusat di satu wilayah saja. “Kalau kemampuan anggaran hanya 40 persen, maka harus dibagi secara proporsional agar kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah tetap terakomodasi,” jelasnya.
Di sisi lain, Suharto mengapresiasi adanya perbaikan dalam pelayanan publik, seperti penerangan lingkungan dan layanan PLN, yang dinilainya semakin baik dibanding sebelumnya.
Melalui reses tersebut, Suharto berharap aspirasi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti, sehingga pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan warga.







