ReportTimeNews, Bengkulu – Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu memastikan situasi di Pelabuhan Pulau Baai tetap terkendali pasca insiden antara kapal tanker MT. Kencana Express dan kapal keruk CSD Costa Fortuna 3 pada Sabtu (4/10) sekitar pukul 04.30 waktu setempat.
Berdasarkan laporan resmi dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai Bengkulu, insiden terjadi saat MT. Kencana Express yang sedang bermanuver dari outer buoy menuju kolam pelabuhan bersinggungan dengan CSD Costa Fortuna 3 yang tengah melakukan pengerukan di alur pelayaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu, S. Joko, menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi langsung dilakukan sejak laporan diterima dini hari.
“Langkah evaluasi, pemeriksaan keselamatan dan pengamanan area langsung kami lakukan bersama KSOP dan tim keselamatan pelayaran. Tidak ada tumpahan muatan dan tidak ada gangguan berarti terhadap kegiatan kepelabuhanan. MT Kencana langsung melanjutkan kegiatan operasionalnya,” ujar S. Joko
Pelayanan kapal di Pelabuhan Pulau Baai tetap berjalan normal. Setelah insiden tersebut, kegiatan bongkar muat dan pelayaran tetap berlangsung dengan baik, termasuk pelayanan terhadap kapal lainnya yang telah dijadwalkan.
Sementara itu, menurut Kepala KSOP Kelas III Bengkulu, Petrus Christanto Martubongs, hasil investigasi awal mengindikasikan bahwa cuaca buruk menjadi faktor utama penyebab insiden tersebut.
“Saat kejadian, kondisi perairan tengah berkabut tipis, alun cukup tinggi, dan angin berhembus kencang. Situasi itu membuat jarak pandang terbatas, sehingga manuver kapal menjadi lebih menantang,” ujar Chris.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim gabungan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kedua kapal, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan pelayaran tetap dijalankan secara ketat.
“Proses _marine inspection_ sudah kami evaluasi bersama seluruh pihak terkait untuk memastikan semua aspek keselamatan pelayaran terpenuhi. Kami juga terus mengingatkan pengguna jasa agar senantiasa berkoordinasi karena area alur masih dalam tahap normalisasi,” tambah Chris.
*Progres Normalisasi Alur Pulau Baai Semakin Maju*
Pelindo Regional 2 Bengkulu menegaskan bahwa pekerjaan normalisasi alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai menunjukkan progres. Kapal keruk CSD Costa Fortuna 3 yang mengalami insiden hanya mengalami kerusakan minor dan tetap dapat beroperasi.
“Normalisasi alur berjalan sesuai rencana. Kapal keruk tetap beroperasi, dan area pengerukan terus diperluas dan telah dilakukan penambahan pipa sedot pasir untuk mempercepat pembersihan sedimentasi pada area pengerukan,” jelas GM Pelindo Bengkulu.
Saat ini, kapal yang melintas masih menggunakan alur tahap satu, yakni Penanganan Kondisi Tertentu (PKT) atau alur darurat. Berdasarkan hasil evaluasi terakhir atas hasil pengerukan, alur utama sudah dapat digunakan kembali.
Progres ini menandai langkah penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan energi di Bengkulu. Pelindo, bersama KSOP dan seluruh pemangku kepentingan, berkomitmen memastikan aktivitas pelabuhan tetap aman, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Normalisasi alur ini menjadi prioritas kami agar arus keluar-masuk kapal semakin lancar dan aman. Kami optimis, dengan dukungan semua pihak, alur utama segera bisa dilalui kapal secara normal,” tutup S. Joko.
*selesai*







