Bengkulu Satukan Langkah, Perhutanan Sosial Jadi Andalan Hadapi Krisis Iklim

- Reporter

Kamis, 11 September 2025 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta berbagai pemangku kepentingan menggelar Lokakarya Sinergi Multipihak dalam Penguatan Pengelolaan Hutan Secara Berkelanjutan

Foto : Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta berbagai pemangku kepentingan menggelar Lokakarya Sinergi Multipihak dalam Penguatan Pengelolaan Hutan Secara Berkelanjutan

ReportTimeNews, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta berbagai pemangku kepentingan menggelar Lokakarya Sinergi Multipihak dalam Penguatan Pengelolaan Hutan Secara Berkelanjutan di Hotel Two K Azanah, Kamis (11/9/2025).

Acara dibuka oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denny, mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang berhalangan hadir secara langsung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perhutanan sosial menjadi instrumen penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Provinsi Bengkulu memiliki tanggung jawab besar sekaligus peluang strategis. Hutan kita harus menjadi sumber kemakmuran masyarakat, bukan hanya sekadar penyangga ekologi,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, dari total luas wilayah 1,97 juta hektare, sekitar 46,11 persen merupakan kawasan hutan. Hingga kini, seluas 53.907,87 hektare telah mendapatkan izin kelola perhutanan sosial melalui 95 Surat Keputusan (SK). Namun, pengelolaan tersebut dinilai masih belum optimal.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan, Joko Tri Haryanto, menyampaikan bahwa pengelolaan hutan lestari justru bisa menjadi peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Menjaga hutan bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang ekonomi. Dengan kreativitas pendanaan non-APBN dan APBD, Bengkulu punya potensi besar,” tegasnya.

Lokakarya tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi kopi, lembaga swadaya masyarakat, hingga kelompok perhutanan sosial. Para peserta sepakat memperkuat koordinasi dalam pengelolaan hutan lestari, termasuk mendorong sertifikasi internasional kopi Bengkulu yang sebagian besar ditanam di kawasan hutan.

Kepala DLHK Provinsi Bengkulu, Safnizar, berharap kegiatan ini menghasilkan rekomendasi kebijakan serta peta tematik izin perhutanan sosial yang lebih terintegrasi.

“Tujuan akhirnya jelas, hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional
Sekda Bengkulu Minta OPD Terbuka, Data Pemeriksaan BPK Jangan Ditutupi
GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Pemprov Bengkulu dan TNI Matangkan Sinergi Program Bantu Rakyat
Cegah Karhutla Saat Kemarau, Bengkulu Bentuk Tim Jaga Api
Pemprov Bengkulu Dorong Penyelesaian Lahan PT Bio Nusantara Teknologi
52 ASN Pemprov Bengkulu Dilantik, Sekda Ingatkan Disiplin dan Etika
HUT ke-64 PWRI, Pensiunan ASN Tetap Jadi Pejuang Pembangunan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:35 WIB

Nayu Aldila Putri Pimpin Biro Hukum, Sekda Minta Kerja Profesional

Rabu, 2 September 2026 - 13:36 WIB

Sekda Bengkulu Minta OPD Terbuka, Data Pemeriksaan BPK Jangan Ditutupi

Rabu, 2 September 2026 - 11:39 WIB

GPM TVRI Bengkulu Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Selasa, 1 September 2026 - 13:42 WIB

Pemprov Bengkulu dan TNI Matangkan Sinergi Program Bantu Rakyat

Selasa, 1 September 2026 - 12:40 WIB

Cegah Karhutla Saat Kemarau, Bengkulu Bentuk Tim Jaga Api

Daerah

Bengkulu

Cegah Karhutla Saat Kemarau, Bengkulu Bentuk Tim Jaga Api

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:40 WIB