Destita Dukung Apotek Desa KDMP Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

- Reporter

Minggu, 27 Juli 2025 - 03:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Senator DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM, menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Foto : Senator DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM, menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

ReporTimeNews, Bengkulu : Senator DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM, menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang hari ini diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia. Koperasi yang diluncurkan oleh presiden Prabowo Subianto dari di Jawa Tengah, Senin (21/7) ini juga telah hadir di Bengkulu, salah satunya di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Menurut Destita, keberadaan koperasi Merah Putih ini sangat strategis dalam membangkitkan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah, terutama di kawasan pedesaan. “Kita tentu mendukung penuh inisiatif koperasi Merah Putih ini. Harapannya, koperasi desa dan kelurahan bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa secara mandiri, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai seorang apoteker, Senator Destita memberi perhatian khusus terhadap unit usaha Apotek Desa yang menjadi bagian dari model bisnis Kopdes Merah Putih. Ia menyebut, Apotek Desa memiliki potensi besar sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang sangat dibutuhkan masyarakat desa.

“Apotek desa ini penting, karena bisa menjembatani keterbatasan akses masyarakat desa terhadap obat-obatan yang berkualitas. Namun tentu saja, pelaksanaannya harus sesuai dengan regulasi kefarmasian yang berlaku,” tegas Destita.

Senator lulusan Universitas Indonesia ini menekankan keberhasilan apotek desa tidak hanya soal penyediaan obat, tetapi juga menyangkut pengelolaan, distribusi, hingga keterlibatan tenaga kefarmasian.

“Kita harus pastikan pengadaannya tepat, pelayanannya profesional, dan melibatkan apoteker. Selain itu, perlu juga melihat kondisi riil desa seperti ketersediaan SDM, pola penyakit yang umum terjadi, hingga kemungkinan kerja sama dengan klinik desa atau layanan kesehatan lainnya,” tambahnya.

Anggota Komite III yang membidangi kesehatan itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, organisasi profesi, maupun masyarakat desa untuk aktif dalam menyosialisasikan dan menyusun mekanisme apotek desa ini secara bersama-sama.

“Saya siap berperan, baik sebagai apoteker maupun sebagai anggota DPD RI, untuk ikut menyusun arah kebijakan dan model pengelolaan apotek desa. Ini penting agar inisiatif koperasi Merah Putih benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat desa,” kata Destita.

Sosialisasi masif dan kerjasama dengan organisasi profesi untuk mengoptimalkan peran apoteker juga siap dilaksanakan Senator dengan menggandeng IAI Kabupaten/Kota dan provinsi untuk mempercepat akselerasi program presiden.

Ia berharap, Apotek merah putih tidak hanya menjadi unit bisnis, tetapi juga sarana pemerataan akses obat, peningkatan edukasi kesehatan, serta membuka lapangan kerja baru di sektor kefarmasian dan pelayanan kesehatan pedesaan.

“Semoga ini menjadi langkah awal menuju desa sehat dan mandiri, dengan koperasi sebagai tulang punggungnya,” tutup Destita.

Sementara itu, Apoteker Listianah, S.Farm., pemilik Apotek Ghibran Farma, yang juga anggota IAI ini, berharap keberadaan apotek merah putih dapat menjadi solusi pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas berobat.

Presiden RI Prabowo Subianto, dalam sambutan acara Peluncuran 80.000 Kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, yakin dengan adanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bisa membuat harga obat-obatan bisa murah.

Prabowo mengatakan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia ini akan memperpendek rantai distribusi. Di mana aliran bahan-bahan penting bisa tersalurkan ke masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemda Bengkulu Perkuat Pengendalian Risiko Gratifikasi
Buka Sosialisasi Monev Badan Publik 2026, Pemprov Bengkulu Tekankan Pemenuhan Hak Informasi Masyarakat
Meriahkan HUT RI ke-81, Pemprov Bengkulu Adu Kekompakan Lewat Lomba Tradisional
Kontingen Jamnas XII Bengkulu Resmi Dilepas, Siap Harumkan Nama Daerah
Gubernur Helmi Hasan Tepati Janji, Rumah Korban Gempa Segera Tuntas
28 Calon Paskibraka Bengkulu Mulai Jalani Diklat
Sekda Herwan Pimpin Apel dan Donor Darah Inspektorat Bengkulu
Sekda Bengkulu Percepat Dukungan Offtaker untuk TPST Regional
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Pemda Bengkulu Perkuat Pengendalian Risiko Gratifikasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Buka Sosialisasi Monev Badan Publik 2026, Pemprov Bengkulu Tekankan Pemenuhan Hak Informasi Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Pemprov Bengkulu Adu Kekompakan Lewat Lomba Tradisional

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Kontingen Jamnas XII Bengkulu Resmi Dilepas, Siap Harumkan Nama Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Gubernur Helmi Hasan Tepati Janji, Rumah Korban Gempa Segera Tuntas

Daerah

Bengkulu

Pemda Bengkulu Perkuat Pengendalian Risiko Gratifikasi

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:45 WIB