Strategi Kendalikan Inflasi, Bengkulu Gandeng Petani dan BUMDes

- Reporter

Jumat, 11 Juli 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 
Foto : Anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.”


ReportTimeNews, Bengkulu –
Dalam rangka memperkuat kapasitas serta mendorong inovasi anggota Tim
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam merumuskan kebijakan pengendalian
harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu, TPID berencana
melaksanakan Capacity Building TPID se-Provinsi Bengkulu dan Benchmarking
Champion TPID ke Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut
dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus mendatang.

Hal ini disampaikan oleh
TPID Provinsi Bengkulu saat audiensi bersama Penjabat Sekretaris Daerah
Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, pada Kamis sore (10/7).

“Dari keterangan yang
disampaikan TPID tadi, kegiatan tersebut bertujuan mempelajari langsung upaya
pengendalian inflasi. Nantinya juga akan ada kerja sama antar daerah untuk
komoditas strategis, serta pengelolaan dari hulu ke hilir terhadap komoditas
padi, cabai, dan bawang merah,” ujar Herwan.

Senada dengan hal tersebut,
anggota TPID dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Dhita
Aditya, menjelaskan bahwa TPID Jawa Tengah dan TPID Kabupaten Kebumen dinilai
sebagai champion yang relevan untuk dijadikan rujukan. Mereka berhasil
mengendalikan harga dan pasokan komoditas pangan melalui program unggulan,
seperti penguatan kelembagaan BUMDes dan BUMP petani, dengan pendekatan
integrasi hulu-hilir yang efektif dalam memotong rantai distribusi.

“Pada kesempatan
tersebut, akan dibentuk Forum Petani Champion (FPC). Forum ini akan mendorong
perencanaan tanam secara terjadwal lintas kabupaten, sehingga pasokan lebih
merata dan tidak terjadi kelebihan produksi (over-supply) maupun kekosongan
pasar yang dapat menyebabkan fluktuasi harga secara ekstrem,” jelas Dhita.

Lebih lanjut, Dhita
menyampaikan bahwa FPC Jawa Tengah juga menjadi pelopor dalam mengadopsi
inovasi penggunaan benih bawang merah dari biji. Inovasi ini menghasilkan
bawang merah dengan umur simpan lebih panjang dan mampu mengurangi
ketergantungan terhadap umbi benih yang harganya cenderung fluktuatif.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi
Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan
Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa
Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan
Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu
Dari Perut Bumi Hululais, Bengkulu Menuju Energi Ramah Lingkungan
Pekan Depan, Gubernur akan Berkantor di Pulau Enggano
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu

Daerah

Bengkulu

PKB Gelar Muscab serentak se-Provinsi Bengkulu

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:47 WIB