Latun Sebut Hutan Mangrove Bengkulu Rusak Ringan

- Reporter

Selasa, 11 Februari 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Branch
Manager Yakesma Provinsi Bengkulu, Apra Julianda Putra 
Ketua
Komunitas Lestari Alam Laut Untuk Negeri (LATUN) Atuk mengatakan, saat ini
hutan mangrove Bengkulu secara peta nasional mengalami rusak ringan.


ReportTimeNews, Bengkulu –
Hutan mangrove memiliki
peranan penting bagi lingkungan, ekosistem, dan kehidupan manusia. Dengan itu
keberadaannya perlu diperhatikan, bahkan perlu dijaga.

Ketua Komunitas Lestari
Alam Laut Untuk Negeri (LATUN) Atuk mengatakan, saat ini hutan mangrove
Bengkulu secara peta nasional mengalami rusak ringan. Padahal fungsinya sangat
besar bagi kehidupan.

Sedangkan penyebabnya ada
dua yakni, dari alam itu sendiri seperti abrasi alami dan disebabkan manusia.
Untuk Penyebab dari manusia, diantaranya pemancing yang diduga hobi menebang
mangrove dan adanya pembukaan tambak.

“Kalau secara peta
nasional Bengkulu termasuk kategori Hutan Mangrove yang rusak ringan. Kerusakan
ringan hutan mangrove disebabkan ada dua faktor yaitu alam dan tangan jahil manusia,”
kata Atuk pada Selasa, (11/2/2025).

Menurut Atuk, sanksi bagi
perusak hutam mangrove tetap ada, khususnya apabila terjadi di kawasan
konservasi. Dimana Mangrove dilindungi Undang Undang. Sedangkan ketika berada
di wilayah HGU memang tidak ada.

“Karena di Bengkulu ini
mangrove berada di wilayah HGU, sehingga sulit mengatasi kerusakannya. Makanya
kita terus mengajak semua pihak agar mau melestarikan dan menjaganya agar tetap
selalu ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia
menambahkan, pentingnya menjaga dan menanam mangrove karena melalui tanaman ini
bisa bersifat ekologi dan ekonomis. Dimana tempat berkembangbiaknya biota laut
dan menghambat terjadinya bencana khususnya ketika terjadi tsunami.

“Dengan dua peranannya itu
juga kita harus menjaganya. Belum lagi wilayah Bengkulu ini berada di zona merah
atau rawan bencana, jika sewaktu-waktu terjadi bencana, bisa menghambat lajunya
air kedaratan,” pungkas Atuk.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi
Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan
Janji Politik, 130 Unit Ambulans Siap Disalurkan ke Desa
Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan
Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu
Dari Perut Bumi Hululais, Bengkulu Menuju Energi Ramah Lingkungan
Pekan Depan, Gubernur akan Berkantor di Pulau Enggano
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Lawan Stunting Lewat MBG, Wagub Mian Gaungkan Semangat Kolaborasi

Senin, 21 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pemprov Bengkulu Dukung Pengelolaan Limbah B3 untuk Tingkatkan PAD

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu Segera Siap Diluncurkan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Pernyataan Guru Rerisa Viral, Inspektorat Bengkulu: Perlu Diluruskan

Kamis, 17 Juli 2025 - 00:00 WIB

Wagub Mian Dorong Pelayanan Ramah dan Terjangkau di Bengkulu

Daerah

Bengkulu

PKB Gelar Muscab serentak se-Provinsi Bengkulu

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:47 WIB