Foto : Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Fitri, memberikan penjelasan terkait aksi walkout yang dilakukan fraksinya dalam rapat paripurna DPRD baru-baru ini.
ReportimeNews, Bengkulu – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Fitri, memberikan penjelasan terkait aksi walkout yang dilakukan fraksinya dalam rapat paripurna DPRD baru-baru ini. Menurutnya, walkout tersebut merupakan bentuk protes terhadap penghapusan tim ahli fraksi yang dinilai sangat penting dalam mendukung kerja-kerja legislatif.
“Aksi walkout kami merupakan respon terhadap belum dikembalikannya tim ahli fraksi. Padahal, keberadaan mereka sangat vital untuk membantu tugas-tugas anggota DPRD, terutama dalam merumuskan kebijakan dan menyusun naskah akademik,” ujar Fitri pada Minggu, (1/6/2025).
Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Mukomuko ini menambahkan bahwa keputusan walkout telah dikomunikasikan oleh wakil ketua fraksi Gerindra dan mendapat dukungan penuh dari internal fraksi.
Dimana saat ini, terdapat delapan fraksi di DPRD Provinsi Bengkulu, dan menurut Fitri, seluruh fraksi membutuhkan tim ahli sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.
“Dewan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan tim ahli. Ada anggota yang memang memiliki kemampuan menyusun naskah, tapi ada juga yang membutuhkan pendampingan. Jadi ini bukan hanya persoalan teknis, tapi juga hak kelembagaan,” tambahnya.
Lebih lanjut Fitri menyebutkan bahwa jika permasalahan ini tidak segera ditanggapi oleh Pemerintah Daerah, bukan tidak mungkin aksi walkout akan kembali terjadi dalam sidang-sidang mendatang. “Ini adalah bentuk peringatan. Harapan kami, pemerintah daerah segera merespons secara bijak dan solutif,” katanya.
Terkait kemungkinan digelarnya paripurna ulang, Fitri menilai hal tersebut belum dapat dipastikan karena tergantung dinamika antarfraksi dan respons pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk berdialog demi mencari jalan tengah.







