Foto : Rosjonsyah usai
memimpin Penandatanganan Perjanjian Kerja Kepala OPD di Lingkungan Pemprov
Bengkulu, di Gedung Pola Provinsi Bengkulu, Selasa (11/02).
ReportTimeNews, Bengkulu –
Peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Bengkulu tidak terlepas dari
peran aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Setiap kebijakan dan
program yang dijalankan membutuhkan komitmen serta kerja sama yang solid agar
manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Untuk itu, kepala OPD di
lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu diharapkan terus menjaga
profesionalisme dan meningkatkan kinerja sesuai dengan perjanjian kerja yang
telah disepakati.
Pelaksana Tugas (Plt)
Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, mengapresiasi kinerja para kepala OPD sepanjang
tahun 2024. Namun, ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kinerja harus tetap
menjadi prioritas utama.
Menurutnya, keberhasilan
yang telah dicapai bukanlah alasan untuk berpuas diri, melainkan pijakan untuk
terus berkembang.
“Komitmen kita adalah
memastikan pembangunan di Provinsi Bengkulu terus bergerak maju di segala
sektor. Konsistensi dan profesional dalam bekerja harus menjadi pegangan utama,
dengan tetap berpijak pada regulasi yang ada,” ujar Rosjonsyah usai
memimpin Penandatanganan Perjanjian Kerja Kepala OPD di Lingkungan Pemprov
Bengkulu, di Gedung Pola Provinsi Bengkulu, Selasa (11/02).
Lebih lanjut, Rosjonsyah
mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengukuran, capaian kinerja Pemprov
Bengkulu pada tahun 2024 mencapai 100,86 persen. Angka ini menunjukkan
peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di 100,50 persen.
“Peningkatan sebesar
0,36 persen ini bukan sekadar angka, tetapi hasil nyata dari kerja keras kita
bersama. Semua kebijakan yang telah dirancang dijalankan secara sistematis dan
terukur untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,”
tambahnya.
Selain peningkatan
kinerja, Pemprov Bengkulu juga berhasil meraih beberapa penghargaan atas
pencapaian pembangunan di tahun 2024. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi
kebanggaan, tetapi juga menjadi dorongan untuk bekerja lebih baik di tahun
2025.
“Kegiatan ini bukan
sekadar rutinitas administratif, tetapi bagian dari upaya strategis dalam
mengefektifkan dan mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki. Ini juga
menjadi bukti bahwa kita berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang berorientasi
pada prinsip good governance,” tutup Rosjonsyah.







