Foto : Anggota Komisi VII DPR RI Hj Erna Sari Dewi mengunjungi Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu.
ReportTimeNews, Bengkulu – Dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan dan Undang-Undang ke-III No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang tengah dibahas, Anggota Komisi VII DPR RI Hj Erna Sari Dewi mengunjungi Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu pada Senin, (10/3/2025).
Kedatangan politisi perempuan NasDem Provinsi Bengkulu yang namanya sering disingkat ESD ini, diterima Kepala Dispar Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar beserta jajarannya.
Dari pertemuan dan diskusi selama lebih kurang satu jam lebih, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu yang bermitra diantaranya, sektor pariwisata, perindustrian, dan UMKM menerima beberapa aspirasi, yang intinya masalah akses dan infrastruktur kepariwisataan di daerah.
“Saya datang kesini (Kantor Dispar, red) untuk menerima masukan terhadap UU yang sedang kita bahas. Apapun masukannya akan diterima dan menjadi buah pemikiran dalam penyusunan UU Kepariwisataan dan tindak lanjutnya untuk di daerah,” ungkap Erna Sari Dewi.
Dari aspirasi persoalan infrastruktur kepariwisataan di Bengkulu, Erna mengemukakan, dengan telah disahkan aturan tersebut, pihaknya meminta pemerintah membangunnya secara merata di 34 Provinsi di Indonesia.
“Sebelum kita meminta kepada pemerintah, baiknya kepada pemerintah daerah melalui dinas teknis di Bengkulu agar memperkuat keberadaan destinasi yang ada. Bahkan jika perlu dikembangkan dan digencarkan lagi promosinya,” Imbuh Anggota Fraksi NasDem DPR RI ini.
Sementara itu Kepala Dispar Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar menyampaikan, apresiasi atas dilibatkan pihaknya dalam penyusunan RUU Kepariwisataan oleh Komisi VII DPR RIRI. Dimana dalam kesempatan itu pihaknya memberikan masukan tentang pendidikan kepariwisataan baik secara formal maupun informalinformal di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Selain itu seiring Pemprov melalui Dispar yang sedang menyusun Reparprov (Rencana Pariwisata Provinsi), termasuk dukungan aksesibilitas berupa pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat sangat diharapkan.
“Kita apresiasi akan ada penerbangan baru dari maskapai Lion Air yakni Wing Air dengan rute antar provinsi di Pulau Sumatera, bisa jadi langkah awal. Mudah-mudahan menyusul yang baru lagi untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata Bengkulu,” pungkasnya.







