ReportTimeNews, Bengkulu – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu menyoroti wacana kebijakan pemerintah yang menunda pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Bengkulu, Faris Alatas, menyatakan bahwa penundaan ini telah menimbulkan dampak serius bagi peserta seleksi, terutama dari segi ekonomi dan psikologis. Bahkan juga keluarganya.
“Kami memandang bahwa penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK hingga Oktober tahun ini, bahkan tahun depan untuk PPPK, telah menimbulkan masalah besar. Banyak peserta yang telah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya setelah dinyatakan lulus seleksi. Akibatnya, mereka kini menganggur dan kehilangan penghasilan. Ini tentu berdampak langsung pada kondisi ekonomi dan psikologis mereka,” ujar Faris pada Sabtu, (8/3/2025).
Faris mengemukakan, pemerintah dinilai lambat dalam memberikan informasi kepada publik terkait kepastian jadwal pengangkatan. Padahal seharusnya, pemerintah memiliki skema yang jelas dan konkret terkait tahapan seleksi hingga pengangkatan. Apalagi jika hal itu dilakukan sejak awal, peserta pasti sudah bisa mempersiapkan diri dan merencanakan langkah ke depan.
“Pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhi hak-hak warga negara, termasuk memberikan kepastian dan keadilan bagi peserta seleksi yang dirugikan. Bagaimanapun, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengganti kerugian yang dialami warga negara akibat kebijakan yang diambil,” kata Faris.
Lebih lanjut Faris juga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu untuk tidak hanya menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Tetapi bisa bersikap, bahkan harus proaktif memikirkan solusinya dengan mengusulkan kebijakan yang berkeadilan kepada pemerintah pusat.
“Jangan hanya karena belum ada surat resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Pemda tidak mengambil sikap atau hanya menyampaikan kalimat-kalimat normatif di publik. Pemda harus proaktif dan memikirkan kesejahteraan warganya. Setidaknya meminta pemerintah pusat memberikan kompensasi kepada peserta yang dirugikan. Misalnya, menjamin kesejahteraan mereka hingga proses pengangkatan selesai,” ujar Faris.
HMI Cabang Bengkulu juga mendesak pemerintah untuk lebih transparan dalam mengomunikasikan kebijakan terkait seleksi CPNS dan PPPK.
“Transparansi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menimbulkan keresahan dan ketidakpastian,” ujar Faris.
Di sisi lain, Faris mengapresiasi peserta seleksi yang tetap bersabar dan berjuang meski menghadapi ketidakpastian.
“Kami mengapresiasi semangat dan kesabaran peserta seleksi. Namun, pemerintah tidak boleh abai terhadap kondisi mereka. Segera ambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.







