Foto : Melakukan penanaman sebanyak 1.140 batang bibit mangrove di kawasan hutan bakau Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu pada Senin pagi (10/2/2025).
Jalankan Program TJSL
ReportTimeNews, Bengkulu –
Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Bengkulu bekerjasama dengan PT Pertamina
(Persero) Patra Niaga Sumbagsel dan menggandeng komunitas Lestari Alam Untuk
Negeri (LATUN), menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL).
Adapun program itu dengan
melakukan penanaman sebanyak 1.140 batang bibit mangrove di kawasan hutan bakau
Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu pada Senin pagi
(10/2/2025).
Penanaman dilakukan secara
simbolis dilakukan Asisten Seskot Bengkulu Sehmi bersama pihak PT Pertamina
Patra Niaga bersama undangan lainnya.
Seusai melakukan
penanaman, Branch Manager Yakesma Provinsi Bengkulu, Apra Julianda Putra,
menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TJSL PT Pertamina
dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mengurangi emisi karbon.
Sedangkan tujuannya dalam
rangka mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Dimana untuk
penanamannya tidak hanya satu lokasi saja di kawasan hutan bakau ini, namun
juga ditempat lainnya.
“Hari ini kita
kembali menyalurkan TJSL PT Pertamina dengan melakukan penanaman mangrove
sebanyak 1.140 bibit. Adanya komunitas Lestari Alam Untuk Negeri (LATUN) ini
karena mereka memiliki keahlian dalam pengelolaan hutan mangrove di Provinsi
Bengkulu,” ujar Apra.
Sementara itu Asisten
Seskot Bengkulu, Sehmi atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat menyampaikan
dukungan penuh terhadap upaya pelestarian lingkungan seperti ini oleh pihak
Yakesma bersama Latun dan mengandeng PT Pertamina. Bahkan berharap kegiatan ini
berlanjutan.
“Kami berharap inisiatif
seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah memiliki porsi 80%
dalam pelestarian ekosistem laut, sedangkan 20% sisanya menjadi tanggung jawab
NGO dan pihak swasta,” kata Sehmi.
Dibagian lain Ketua
Komunitas LATUN Provinsi Bengkulu, Atuk, turut mengapresiasi langkah PT
Pertamina dan Yakesma dalam menjaga kelestarian ekosistem laut ini. Apalagi
penanaman mangrove tidak hanya menjaga ekosistem hutan bakau, tetapi juga
membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi biota laut.
“Kami berharap semakin
banyak program TJSL seperti ini dilakukan untuk keberlanjutan ekosistem laut.
Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga
ekosistem pesisir serta menjadi langkah konkret dalam mitigasi perubahan iklim
dan perlindungan lingkungan di Bengkulu,” pungkasnya.







